KEMBALI KE

Thursday, March 22, 2007

RESONANS ------------Plagiator : Hady M Aziz

ITU BAIK


Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Jarwo. Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Jarwo punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi selalu dianggap positif. "Itu Baik!" katanya senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Jarwo menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Jarwo berkomentar. "Itu Baik!" Kontan sahabatnya naik pitam. "Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik. Brengsek!" Agaknya, kali ini kelakuan Jarwo tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.

Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke Afrika. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putus tertembak lantaran ulah Jarwo. Ia kemudian menemui Jarwo di penjara.

"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak," katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya di Afrika. "Aku menyesal telah memenjarakanmu."

"Oh, tidak! Bagiku, ini Baik!"

"Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?"

"Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu."

Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. *

Jatmiko adalah nama lain dari Raden Arjuna dalam cerita pewayangan. Tokoh pewayangan ini terkenal sebagai salah se-orang dari Pandawa Lima yang rupawan dan gagah dengan panah dan busur se-bagai senjatanya, ia juga memiliki sifat welas asih dan tutur kata yang sopan ter-hadap sesama, sehingga para wanita sa-ngat tergila-gila padanya.

MAK NYOSS

Nikujaga adalah masakan Jepang sejenis semur daging dengan kentang dan bawang bombay.

Sebagai variasi dan agar masakan terlihat menarik bisa ditambahkan kacang polong dan potongan wortel.

Bahan:

200 gram daging sapi

600 gram kentang

1 buah bawang bombay ukuran besar atau 3 buah ukuran kecil

Bumbu:

1 gelas air

1 sdm mirin

1 sdm gula pasir

2½ sdm kecap Jepang

Cara membuat:

Iris tipis-tipis daging sapi, potong sebutir kentang menjadi dua atau empat bagian, belah bawang bombay menjadi dua dan iris tipis-tipis dengan ketebalan 3-4 mm.

Di dalam panci, tumis bawang bombay dengan 2 sendok makan minyak goreng hingga harum (sekitar 3 menit)

Masukkan daging sapi dan tumis sampai berubah warna

Tambahkan air, mirin, kecap asin dan gula pasir

Rebus dengan api kecil hingga kentang empuk (10 menit)

Tips:

Kalau suka manis atau tidak mau menggunakan mirin, tambahkan saja sedikit gula pasir sesuai selera.

Tahukah anda ?

Komputer apakah yang tercepat di dunia? Kebanyakan orang mempunyai computer Pentium yang menggunakan windows atau computer Macintocsh. Komputer seperti ini dapat mengoperasikan kira—kira 100 juta perintah per detik.Komputer tercepat di dunia jauh lebih cepat.>Meskipun kita tidak memperhatikan, Otak kitaadalah alat penghitung yang cepat dibandingkan processor tercepat yang ada padasaat ini. Sebagai contoh computer dekstopbaru saja mencapai tahap memahami pepembicarandan memilih pilihan kata atau menerjemahkan kata yang diucapkan menjdi tulisan. Komputer ini hanya mengerti satu orang pembicara dan pembicara tersebut harus melatihnya selama kira—kira 20 menit.Sedangkan di sisi lain otak kita dapat mengenal berapapun junlah pembicaraan. Otak kita bahkan bisa mengerti banyak bahasa.Otak kita juga mampu memproses gambar yang rumit,mengontrol seluruh tubuh,mengerti konsep—konsep masalah dan menciptakan ide serta melakukan banyak tugas yang menakjubkan lainnya.

Akan memerlukan beberapa dekade untuk menciptakan komputer yang dapat melaksankan perintah—perintah seperti otak kita dan berukuran sekecil otak kita

Apakah yang menyebabkan kentut? Kita semua perrnah kentut dengan berbagai tingkatan karena danya gas dalam perut. Akan tetapi dari mana datangnya gas tersebut??ini terjadi selama proses pencernaan. Segala makanan harus dihancurkan menjadi bagian—bagian yang lebih kecil agar dapat masuk ke dalam aliran darah. Protein akan akan mengubah menjadi as. Amino, lemak akan diubah menjadi as. Lemak dan karbohidrat diubah menjadi molekul—molekul glukosa. Gas dalam perut terjadi ketika tidak bisa hancur seluruhnya di dalam perut atau usus kecil. Akibatnya makanan akan menuju usus besar dalam bentuk bahan yng tidak tercerna. Bahan yang tidak tercerna tersebut akan bertemudengan bakteri—bakteri yang mempruduksi berbagai macam gas, sama dengan cara ragi memproduksi karbondioksida untuk mengasamkan roti.Gas—gas seperti metan, hidrogen dan hidrogen sulfida adalah gas—gas yang diproduksi bakteri ini. Hidrogen sulfida adalah sumber bau dari kentut.

Mengapa rambut di lengan tetap pendek sementara rambut di kepala tumbuh panjang?

Setiap rambut di tubuhmu tumbuh dari setip kantung rambut. Di dalam kantung rambut, sel—nsel rambut baru terbentuk di akar, dan dimulai dari tangkai rambut. Ketika Sel—sel baru terbentuk mendorong sel—sel yang lebih tua keluar dari kantong rambut. Ketika sel yang lama terdorong keluar, sel-sel tersebut mati dan menjadi rambut seperti yang kita lihat.

Setiap kantong rambut akan menghasilkan sel-sel baru dalam beberapa periode, tergantung letak kantung rambut yang berada di tubuh. Sel-sel memprogram rambut dilengan untuk berhenti tumbuh setiap beberapa bulan. Jadi, rambut-rambut dilenganmu tetap pendek, sedangkan kantung rambut di kepala diprogram untuk membiarkan rambut tumbuh selama bertahun-tahun dan mengakibatkan rambut di kepala dapat tumbuh dengan panjang.

Dari : www.howstuffworks.com

Di Sarikan Oleh :

“ Zhiren ”

Langit.....

Di satu langit kita hidup

bernafas, terjaga, dan berketurunan

ritual-ritual alam yang telah tergariskan

lihatlah, sebagian kita senang Merampas! Menindas! Menguras!

... menyakiti ...

Di satu langit kita bernaung

terlelap dan bermimpi menggenggam dunia

Terlintaskah ketika yang lain diperkosa, kelaparan, dihilangkan...

dan mati membusuk tanpa pusara!

... menyakitkan ...

Di satu langit kita berjalan

kadang berlari, terjatuh dan bangkit lagi

merasakan sejuk embun dan terik matahari yang sama

di kala fajar hingga senja menjelma

mengapa kita masih saja Merebut! Mencuri! Menipu!

... menyakiti ...

ke satu langit kita menghamba

mengiba-memohon, kadang memuja-memuji, dan lebih sering memaki

tetap saja hati ini penuh prasangka, dendam, iri dan dengki

jangan salahkan setan bernyanyi

ketika kita dengan lahap memakan bangkai saudara sendiri

... menyakitkan ...

Di satu langit kita mencintai

merindukan sua, merayu, meraba, dan tak mengapa bertengkar

tetap saja terucap maksud membandingkan, dan tak berterus terang

tiada tak mengapa mendua

... menyakiti ...

Di satu langit kita membaca dan menuliskan prosa kehidupan

belajar meluaskan hati pada langit dan selaksa bintang

belajar menjernihkan nurani pada awan yang mengalah dimalam purnama

belajar berharmoni pada matahari dan bulan

tiada sawar, hanya penawar bagi jiwa

... bagi semesta ...

kapan kita berpikir, merenung dan memperbaiki wahai saudaraku

sebelum menjadi jiwa yang lelah...

dan terperangkap dalam tubuh yang usang

dilindas waktu yang tetap melaju

bertindaklah wahai saudaraku

karena pada akhirnya ke satu langit kita menuju

Kapalo Koto, 9 Maret 2007

Heru Riyadi

Cerpen : Auh Ah By : @rivine

Di suatu negeri yang sedang mengalami kemajuan semenjak bercokol dengan senjata melawan perusak negara, hidup masyarakat yang beraneka ragam terpuruk maka memulai membangkitkan kemajuan. Ini sudah hampir berapa dekade semenjak perjuangan itu tetapi yang terlihat tidak ada kemajuan melainkan suatu kehidupan yang sudah modernisasi katanya. Mobil mewah, pendidikan tinggi, rumah mentereng dan sebagian warga yang ada mempunyai segala fasilitas lengkap di halaman rumah. Di satu sisi kehidupan itu terlihat mencolok dihadapan mata telanjang, tetapi disisi lain itu hanya sebagai hiasan untuk menutupi akan kemewahan yang mereka dapat. Jika setiap hari melintas di jalanan maka akan terlihat semuanya seakan menunjukkan kalau suatu negeri ini adala negara yang maju, makmur dan mempunyai peradaban tinggi, tetapi itu semua masih berupa tanda tanya.

Kalau dilihat secara kasat mata, banyak program yang ada dilaksanakan untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan yang mereka ucapkan, tapi yang ada hanya masih sebatas mimpi. Katanya negeri yang kaya akan alamnya yang memang cukup geografis untuk kesejahteraan, tapi tidak maksimal penghasilannya. Ada sebait pantun yang terucap ketika seorang anak mengamen dijalanan :

Buah semangka berwarna merah

Dimakan sama adik berbaju jingga

Biar aku tidak tamat sekolah

Tapi aku tetap ceria

Sepintas anak yang tubuh kecil dan juga berumur belasan tahun, tidak seharusnya dijalanan untuk mengadu nasib guna menyambung hidup, melainkan harus memakan bangku sekolah seperti yang di atas. Hanya saja, yang melintas berkenderaan mewah tidak pernah mau memperhatikan siapa anak itu dan kenapa harus dijalanan. Kalau mereka sadar dan juga paham apa arti yang sebenarnya hidup berbangsa pasti akan memikirkan pengamen jalanan.

Sejenak terlihat, rumah yang mewah dengan mobil berjejer lima dihalaman, menenteng tas dan sepatu bagus, tapi hanya perutnya saja yang dipikirkan. Dikantor sesuatu yang bukan haknya bisa diraihnya, hanya dengan memamerkan siapa yang akan berkuasa. Dengan sekali berkongkalingkong, bisa menjual generasi masa depan tanpa ada yang dipikirkan untuk ke depan. Ketika terlilit dana mulai mengais keluar guna menutupi kekuarangannya. Seandainya saja, itu yang berdasi dan mentereng mau dan juga saling berjabat untuk memahami dan memikirkan kaum para papah seperti kami ini maka akan indah kami rasakan kehidupan yang fana.

ADAB BUANG HAJAT

Menjauhlah dari pandangan manusia di saat buang air (hajat). Berdasarkan hadits yang bersumber dari Al-Mughirah bin Syu`bah Ra, disebutkan, “Bahwasanya Nabi SAW apabila pergi untuk buang air (hajat), maka beliau menjauh.” (Diriwayatkan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Hindarilah tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. Sebab ada hadits dari Mu`adz bin Jabal Ra yang menyatakan demikian.

Jangan mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang bersumber dari Anas Ra, ia menuturkan, “Biasanya apabila Nabi SAW hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah.” (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Jangan menghadap atau membelakangi kiblat, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abu Ayyub Al-Anshari Ra, ia menyebutkan bahwasanya Nabi SAW telah bersabda, “Apabila kamu sampai di tempat buang air, maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar.” (Muttafaq’alaih).

Jangan kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), berdasarkan hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ.” (Muttafaq’alaih)

Jangan mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang bersumber dari Abu Qatadah Ra menyebutkan bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat kencing dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya.” (Muttafaq ’alaih)

Kencinglah sambil duduk (jongkok), tetapi boleh juga sambil berdiri. Pada dasarnya buang air kecil itu di lakukan sambil duduk, berdasarkan hadits `Aisyah Ra yang berkata, “Siapa yang telah memberitakan kepada kamu bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, maka jangan kamu percaya, sebab Rasulullah SAW tidak pernah kencing kecuali sambil duduk.” (HR. An-Nasa`i dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Sekalipun demikian seseorang dibolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencingnya dan aman dari pandangan orang lain kepadanya. Hal itu karena ada hadits yang bersumber dari Hudzaifah Ra, ia berkata, “Aku pernah bersama Nabi SAW (di suatu perjalanan) dan ketika sampai di tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau buang air kecil sambil berdiri, maka akupun menjauh darinya. Beliaupun bersabda, “Mendekatlah ke mari.” Maka aku mendekati beliau hingga aku berdiri di sisi kedua mata kakinya. Lalu beliau berwudhu dan mengusap kedua terompahnya.” (Muttafaq ‘alaih).

Jangan berbicara ketika buang hajat kecuali darurat, berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Ra, “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya.” (HR. Muslim).

Jangan bersuci (istijmar) dengan menggunakan tulang atau kotoran hewan, dan disunnatkan bersuci dengan jumlah ganjil. Di dalam hadits yang bersumber dari Salman Al-Farisi Ra disebutkan bahwasanya ia berkata, “Kami dilarang oleh Rasulullah SAW beristinja’ (bersuci) dengan menggunakan kurang dari tiga biji batu, atau beristinja’ dengan menggunakan kotoran hewan atau tulang.” (HR. Muslim). Nabi SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang bersuci gunakan batu (istijmar), maka hendaklah diganjilkan.”

Masuklah ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan dzikirnya masing-masing. Dari Anas bin Malik Ra diriwayatkan bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila masuk ke WC mengucapkan : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada syetan jantan dan syetan betina.” Dan apabila keluar mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan “ampunan-Mu ya Allah”.

Cuci kedua tangan sesudah menunaikan hajat. Diriwayatkan bahwasanya “Nabi SAW buang air kemudian bersuci dari air yang ada di dalam bejana kecil, lalu menggosokkan tangannya ke tanah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah Ra).*

“ETIKA PERGAULAN” Kutipan Sejumlah Kiat Untuk

Kalau menciptakan musuh,mudah sekali. Tapi di dalam pergaulan, kalau kita bisa membawa diri dengan baik,kita bisa memiliki banyak teman. Secara tidak sengaja sering terjadi kita tidak sadar telah melakukan sejumlah kesalahan di dalam tata cara pergaulan. Mulanya kecil-kecil saja, akhirnya bertumpuk. Akibatnya tidak satupun yang mau berteman atau bersahabat dengan kita, menyedihkan sekali. Para kawan-kawan pembaca yang terhormat kita tidak usah khawatir kita bisa mempelajari keluwesan dalam bergaul sehingga kita banyak teman/sahabat.

Kemudian langkah-langkah yang harus kita pelajari :

Kita tidak/jangan menyombongakan diri dengan lawan bicara dan membangga-banggakan keadaan kita sendiri atau keluarga. Lawan bicara akan muak dan bosan untuk mendengarkan.

Tidak perlu menyombongkan diri untuk memberi nasihat pada orang lain. Kita harus tahu batasan antara menolong dan mencampuri urusan orang lain, jadi kita harus pandai-pandai membawa diri.

Kalau kita dimintai bantuan dan kalau sekiranya kita mampu, kita harus membantu dan melakukannya, tidak ada salahnya. Siapa tahu kita juga suatu ketika butuh pertolongan orang lain.

Kita harus saling menghormati dalam berbicara dengan orang lain. Kita tidak boleh memborong pembicaraan, yang lawan bicara kita tidak diberi kesempatan untuk berbicara, jadi seolah-olah menguasai percakapan. Ingat, kita juga harus menjadi pendengar yang baik.

Hindari sikap sok tahu/sok pintar misalnya dalam pembicaraan, kalau lawan bicara dengan bahasa asing jangan kita segan-segan untuk bertanya, tidak perlu dikatakan bodoh.

Jangan suka kita berbohong. Sekali berbohong, selamanya teman tidak akan mempercayai kita lagi.

Kalau mendapat undangan, sebaiknya kita datang. Kita tidak usah mengadakan perhitungan. Ciptakan rasa memberi dan menerima. Sehingga hubungan saling erat terjalin.

Menutup rahasia. Kalau kita terlalu membuka rahasia kita tidak dipercaya lagi.

Pandai-pandai menempatkan diri, kita melihat situasi dan kondisi, dengan siapa kita bincang-bincang. Jaga sopan santun. Bila kita berhadapan dengan orang lain yang jauh lebih tua, bersikaplah hormat.

Bersikaplah ramah dan rendah hati, lain dengan rendah diri. Jangan bersikap sombong, angkuh, mau menang sendiri. Hindari perkataan yang menyinggung perasaan yang menimbulkan sakit hati. Kita tidak ingin disakiti bukan?

Jangan lupa menyunggingkan senyum, karena senyum sebagian dari ibadah.

Nah mudah-mudahan tips diatas ampuh bagi para kawan-kawan pembaca yang terhormat। SELAMAT MENCOBA.


--------सरवन

KEMBALI KE